NEWS
Ayo, Jadi Generasi Bergerak!
19/May/2015



Jakarta – Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, hampir separuh penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun (42%) masih tergolong memiliki gaya hidup tidak aktif. Pada kelompok usia anak-anak (10-14 tahun) bahkan ditemukan 67% di antaranya memiliki gaya hidup tidak aktif dan sebagian besar terjadi di Pulau Jawa.

 

Itu sebabnya, Coca-Cola Indonesia (CCI) menghadirkan Gerakan Indonesia SeGar (Sehat dan Bugar). Program ini bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk kembali hidup aktif dan tidak malas bergerak. Menurut Andrew Hallatu, Communication Manager CCI, tahun ini Indonesia SeGar memperluas program di sekolah, khususnya SMP. “Tahun lalu, kami telah menjangkau 20 sekolah. Tahun ini kami menargetkan lebih dari 15.000 siswa dan 1.200 guru di 30 SMP akan mendapatkan pelatihan gaya hidup aktif dari para dokter spesialis olahraga,” ujarnya.

 

Dalam tes kebugaran di sekolah yang dilakukan pada Indonesia SeGar tahun lalu, ditemukan bahwa dari 1.000 anak remaja SMP dan SMA di 5 wilayah DKI Jakarta, 8 dari 10 remaja tidak bugar. Hasil ini didapat melalui tes kebugaran jantung dan paru dengan metode BleepTest. Selain itu, 74% siswa menghabiskan waktu lebih dari 2 jam di depan layar televisi/ bermain games di gadget. Tampak pula 24% siswa mengalami kelebihan berat badan dan lebih dari 50% memiliki kelenturan tubuh yang buruk.

 

Bahaya Kurang Gerak

 

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab kematian peringkat ke-4 tertinggi setelah hipertensi (darah tinggi), diabetes (kencing manis) dan merokok. Hal ini disampaikan dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, Technical Expert Team Indonesia SeGar. Menurutnya, tingkat kebugaran pada usia sekolah sangat penting dan dapat menentukan perkembangan tingkat kesehatan seseorang di masa dewasa.

 

“Aktivitas fisik seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab guru Penjaskes, tapi dapat diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Misalnya, observasi di luar ruang dalam pelajaran Biologi, berhitung menggunakan gerak tubuh dalam pelajaran Matematika, bahkan beberapa menit strecthing di sela-sela pelajaran akan sangat membantu siswa untuk bergerak aktif,” jelas dr. Andi.

 

Sementara itu, kebiasaan bergerak aktif ternyata dapat berdampak juga pada perkembangan psikis remaja. Anak-anak yang aktif mempunyai kepercayaan diri yang lebih baik dan mempunyai risiko yang lebih rendah terhadap depresi dan stres. Demikian disampaikan Elizabeth Santosa, Psikolog Sosial, dalam jumpa pers Gerakan Indonesia SeGar di Jakarta, Selasa (19/5).

 

Ia menjelaskan, aktivitas fisik teratur meningkatkan sirkulasi dan oksigenasi darah ke otak sehingga mendukung kemampuan kognitif (logik analitik) maupun afektif (psikososial dan emosional). Tak hanya itu, pola aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan konsentrasi sehingga menunjang prestasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Pola aktivitas fisik yang teratur juga mendukung seseorang untuk senantiasa berpikir positif sehingga mampu mengendalikan stres.

 

Selain pelatihan dan workshop di sekolah, Indonesia SeGar juga memberikan berbagai perangkat yang bisa membantu para guru olahraga untuk mengaktivasi gaya hidup aktif bagi para murid. Di antaranya, Training Cones, Saucer Cones, bola futsal, bola sepakbola, bola basket, bola voli, raket bulu tangkis dan shuttlecock, gol mini soccer, lompat tali, dan hula hoop. (Teks: Vita/ Foto: Istimewa)

 
Majalah Creativity In Action (CIA)
Ruko Sedayu Square Blok L-50
Jl. Kamal Raya Outer Ring Road, Cengkareng Jakarta Barat 11730


Ring us at 021 – 225 532 65
Mail us at info@majalahcia.co.id
www.majalahcia.co.id
www.facebook.com/majalahcia
www.instagram.com/majalahcia